Thursday, September 8, 2011

HELP SOMALIA

Dengan sepenuh cinta, untuk Somalia

Kekeringan melanda Somalia, PBB memperkirakan 12 juta jiwa korban, 29 ribu anak telah meninggal. Meregang nyawa di Somalia

Karena duka mereka , adalah juga duka kita ..Mari peduli, mari berbagi

Contact : 0751-40098 dan 085374252777
                 (Dompet Dhuafa Singgalang)

Sunday, September 4, 2011

Berburu Duren

Masih pukul 06.00 pagi, hari kedua lebaran 1432 H. di kampung ibu di Batu ajung, di lereng perbukitan yang mengelilingi danau Maninjau nan elok.

Sejak kemaren aku disini, menikmati indahnya pemandangan, dinginnya cuaca membuat tulang gemetaran menggigil. Apalagi kalau sudah mendekati ashar dan magrib. Ga nahaaaaan…hehehe

Tapi pagi ini, cuaca dingin itu terkalahkan oleh semangat membara untuk mencari duren. Hahay…:D
Bersama ibu dan dua orang sepupuku, bersegera ke ladang kami di Tanjung untuk mencari duren jatuh yang saat ini sedang masa panen-panennya di daerah ini. 

Saturday, August 13, 2011

…dan CINTA

Syam’un menikah saat usianya sudah cukup tua. Di masa lanjut usia, ia mendapatkan anugerah seorang anak perempuan. Syam’un begitu mencintai putrinya yang telah menginjak usia tiga tahun, sehingga berkuranglah cintanya kepada Allah.


Sampai pada suatu malam ia bermimpi. Dalam mimpinya itu seolah-olah kiamat telah tiba. Panji-panji para nabi dan wali berkibaran. Di belakangnya tampak berkibar sebuah panji yang sinarnya menjulang tinggi hingga memenuhi ufuk. Iapun bertanya kepunyaan siapakah panji yang menjulang tinggi itu, dan dijawab “ Itulah panji orang-orang yang mencintai Allah dengan penuh keikhlasan”.
Syam’un merasa dirinya masuk dalam golongan itu. Namun tiba-tiba ia diusir oleh seorang malaikat. Maka iapun mengajukan protes, “mengapa aku harus diusir, padahal aku termasuk orang yang mencintai Allah?”

Thursday, August 11, 2011

Di Suatu Sore

Hari pertama Ramadhan 1432 H. Kota Padang lengang. Saat-saat yang kusuka. Aku senang melihat kota ini tenang dan damai begini. Jarang-jarang soalnya. Tak terlalu banyak mobil lalu lalang di jalan Damar, tempat aku biasa berjalan 10 menit menuju angkot lurus ke Pasar baru sepulang dari kantor di jalan Juanda. .

Berkah Tarbiyah

Berbeda sekali rasanya kali ini, aku datang ke kelompok kecilku dengan hati gundah. Tak tentram. Tidak seperti biasanya. Walaupun hujan lebat, dan aku basah kuyup, namun semua itu tak juga meredakan gelora jiwa. Rasanya sesak dan berat.